Peringati Hari Kartini, Puluhan Ibu Ramai-ramai Cat Tembok Rumah

harga pelapis anti bocor
Puluhan ibu-ibu rumah tangga di Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang hari ini kompak berbaju adat Jawa. Sekilas, panorama ini kelihatan lumrah, apalagi hari ini yakni peringatan Hari Kartini. Tapi sekiranya diamati lebih dekat, ada yang berbeda di tangan para ibu hal yang demikian. Mereka nampak membawa kaleng cat di tangan kiri, dan kuas di tangan kanan. Dengan cekatan, mereka kelihatan mengecat salah satu rumah warga, Yunarwati yang mempunyai tembok panjang lebih dari 20 meter.

“Lazimnya yang mengecat rumah ialah bapak-bapak dan remaja laki-laki, tetapi khusus hari ini ibu-ibu yang mengecat. Kecuali dalam rangka memperingati Hari Kartini, kami juga mau sedikit menolong meringankan muatan bapak-bapak,” ujar warga setempat, Waldiyah (54), di jeda aktivitas, Sabtu (21/4/2018). Waldiyah mengatakan, pengecatan tembok warga ini bukan tanpa alasan. Kampung Tidar Campur dikala ini tengah merintis kampung warna warni. Salah satu caranya ialah dengan mengecat dinding rumah warga dan fasilitas lazim dengan cat warna warni.

“Keterlibatan kami, para perempuan, juga dalam rangka mensukseskan program kampung warna warni ini. Semuanya dijalankan oleh warga secara gotong royong dan murni swadaya masyarakat,” ungkapnya. Ketua RT 01 RW 01, Kampung Tidar Campur, Sudadi Waluyo menambahkan, ada sekitar 25 rumah warga yang akan dicat seluruhnya dengan beraneka warna.

“Mulanya kita mengawali aksi pengecatan tembok rumah warga dikala
peringatan 17 Agustus. Namun justru banyak yang antusias, dan kini hampir seluruh rumah warga telah dicat warna-warni seluruh,” kata Sudadi. Berdasarkan Sudadi, aksi lukis dinding rumah ini tercetus sebab adanya masukan dari warga. Masyarakat kata ia, kerap urun rembug dikala menggelar gotong-royong setiap minggu.

“Ada inspirasi agar tembok warga ini diberikan warna-warni, ada gambar yang bermakna, dan unik kreatif,” ungkapnya. Terobosan membikin kampung pelangi, memang telah mengundang para pelancong ke kampung hal yang demikian. Mereka berasal dari beraneka tempat, seperti Semarang, Yogyakarta, Karanganyar, dan lainnya.

“Malah, sebagian di antaranya ada turis mancanegara. Itu yang membikin warga kian motivasi untuk membikin terobosan dan temuan pariwisata di Kampung Tidar Campur,” tuturnya. Sementara itu, Yunarwati mengaku berbahagia, rumahnya sekarang telah dicat warna-warni. Apalagi aktivitas itu dicetus secara swadaya dan gotong-royong warga. “Cukup membikin berbangga juga sebab warga dapat guyub. Lazimnya kan jika ngecat dijalankan pria, tetapi khusus perayaan Hari Kartini, banyak ibu-ibu yang ikutan ngecat. Jadi nampak akrab dan kompak warga di sini,” imbuhnya.

Dirinya berkeinginan, kreasi warga membikin “kampung pelangi” akan membawa kesan positif bagi pariwisata Kota Magelang. itu juga senada dengan kemauan masyarakat membikin Kampung Tidar Campur, sebagai kampung liburan terbaik di Kota Sejuta Bunga.

 

 

Baca juga : Harga pelapis anti bocor