Berhentilah mengabaikan kesehatan dan keselamatan kerja

Berhentilah mengabaikan kesehatan dan keselamatan kerja

Kamis (26/10/2017) pagi itu langit sebagai gelap di sekitar lokasi pabrik kembang api milik pt panca buana cahaya sukses pada desa belimbing, kosambi, tangerang. Itu menyusul rentetan letusan yg berlangsung satu mnt dan munculnya kobaran barah. Sekitar pukul sembilan pagi, pabrik itu terbakar. Ada 103 karyawan sedang bekerja waktu kebakaran melalap pabrik itu. Beberapa karyawan berhasil menyelamatkan diri menggunakan melewati pintu utama. Namun tidak semua karyawan mampu melakukannya sebab lalu pintu primer itu ikut terbakar pula.

Baca juga : Peralatan safety

Beberapa karyawan lain berhasil melompati tembok setinggi tiga meter buat menyelamatkan diri. Karyawan yang tidak bisa melompati dinding itu, yg jumlahnya lebih banyak lagi, tertahan pada dalam berteriak-teriak minta tolong. Untuk mengeluarkan mereka, rakyat lebih kurang berinisiatif menjebol dinding pabrik. Tidak semuanya lolos berasal kobaran barah. Dinas pemadam kebakaran serta penanggulangan bencana kabupaten tangerang mengerahkan 10 unit kendaraan beroda empat pemadam kebakaran buat mengatasi kobaran api di pabrik itu. Karena lokasi mudah dijangkau, proses pemadaman api berlangsung nyaris tanpa hambatan. Barah berhasil dipadamkan menjelang tengah hari.

Polisi menyatakan, kebakaran tadi dipicu oleh bunga barah yang dari dari las. Pada hari terjadinya kebakaran itu terdapat penggunaan las pada proses pembuatan atap di pabrik itu. Subarna, si tukang las, telah ditetapkan menjadi galat satu tersangka pada masalah ini. Selain si tukang las, tersangka lain merupakan pemilik pabrik bernama indra liyono serta direktur operasional perusahaan kembang api itu yang bernama andri hartanto.

Sampai senin (30/10) kemarin, polisi menyatakan, korban mangkat berjumlah 49 orang. Salah satu asal korban tewas itu artinya surnah, pekerja yg masih berusia 14 tahun. Dua belas orang lainnya masih dirawat pada tempat tinggal sakit. Korban peristiwa ini benar-benar banyak. Insiden ini perlu didalami sang poly pihak terkait. Bukan sekadar buat menemukan pihak yang wajib sebagai tersangka, pendalaman itu diharapkan untuk melihat problem-persoalan yang terkait menggunakan peristiwa tersebut.

Ihwal perizinan, misal. Berdasarkan bupati tangerang, ahmed zaki iskandar, tidak terdapat duduk perkara menggunakan perizinan. Pabrik tersebut legal dari sisi itu. Meski demikian, ahmed zaki menyatakan akan mencabut biar tersebut karena -terungkap sesudah peristiwa kebakaran tersebut- ada sejumlah pelanggaran dilakukan oleh perusahaan tadi. Yg harus dicatat, izin yg dimintakan sang perusahaan Produsen kembang barah itu ialah perjuangan industri indera permainan anak-anak. Dinas penanaman kapital dan pelayanan terpadu satu pintu provinsi banten malah mengaku galau apakah pabrik kembang barah itu tergolong industri alat permainan anak-anak.

Selain itu, wilayah kosambi -daerah kebakaran itu terjadi- adalah kawasan gudang dan pabrik, sebuah kawasan industri. Padahal, mirip yang dilaporkan oleh kompas, tempat tersebut nyaris menempel menggunakan perkampungan yang telah ada terlebih dulu sebelum daerah industri itu terbentuk. Beberapa insiden kebakaran yang pernah terjadi pada tempat itu, membuat rakyat pada perkampungan menjadi cemas. Menggunakan liputan-fakta itu, patutlah buat mempertanyakan penataan tempat tadi dan supervisi kegiatan industri pada kawasan tersebut. Bagaimana mampu industri yang melibatkan bahan-bahan yang mudah terbakar, misal, begitu dekat menggunakan perkampungan penduduk? Apakah tak terdapat supervisi yg memadai sebagai akibatnya perusahaan yang meminta izin industri indera permainan anak mampu menjalankan industri yang melibatkan bahan yang berbahaya?

Sudah seharusnya Pemerintah Daerah juga pemerintah pusat tidak semata-mata menyandarkan diri pada informasi dokumen saja. Pengawasan nyata harus dilakukan buat memastikan akurasi isu yang berada dalam dokumen dengan kenyataan pada lapangan. Atas kejadian kebakaran ini, dinas energi kerja kabupaten tangerang berkilah bahwa pengawasan sudah menjadi kewenangan dinas tenaga kerja provinsi. Kemudian, apakah Pemerintah Daerah provinsi mempunyai tangan yang relatif buat melakukan pengawasan itu?

Supervisi itu terutama sekali buat memastikan kesehatan serta keselamatan kerja (k3) di setiap tempat kerja; apalagi Bila kantor itu menyimpan bahan standar yang berbahaya. Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran, menteri tenaga kerja menteri tenaga kerja dan transmigrasi hanif dhakiri melihat k3 pada pabrik tadi diabaikan. Kawasan terjadinya kebakaran, berdasarkan hanif, lebih menyerupai gudang ketimbang pabrik. Tidak terdapat jalur pengungsian. Padahal pabrik tersebut menggunakan bahan berbahaya, yg standard operating procedure-nya menuntut wahana dan prasarana yg khusus -yang tidak tersedia pada situ.

Perihal kesehatan serta keselamatan kerja, sudah cukup banyak regulasi yang mengaturnya. Kita memiliki undang-undang nomor 1 tahun 1970 wacana keselamatan kerja, yg mengatur secara cukup rinci ihwal kewajiban pengelola kantor dan hak dan kewajiban pekerja. Kita juga memiliki undang-undang angka 36 tahun 2009 wacana kesehatan yg mengatur secara spesifik perihal kesehatan kerja pada bab xii. Undang-undang nomor 13 tahun 2003 ihwal ketenagakerjaan juga dengan jelas menegaskan keselamatan serta kesehatan kerja sebagai hak pekerja.

Belum lagi, ada sejumlah peraturan pemerintah, peraturan menteri, keputusan menteri, dan instruksi menteri yg terkait menggunakan k3 tersebut. Pekerja wajib meminta haknya itu. Pengusaha wajib memenuhi kewajiban itu. Pemerintah harus mengawasi pelaksanaannya. Buat penggunaan bahan-berhaya, mirip yang dipakai sang pabrik kembang api itu, polisi jua sudah seharusnya ikut mengawasi. Berhentilah mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja. Jangan hingga jatuh korban lagi.

 

 

 

Baca juga lainnya : lab bahasa inggris