Mengerjakan Taktik Komputerisasi Marketing dengan Sasaran

 

Banyak yang linglung bagaimana melakukan taktik komputerisasi marketing yang tepat sasaran. Taktik bukanlah taktik Instagram, maupun taktik Facebook. Itu yaitu channel. Taktik juga bukanlah apa yang akan di-posting di Instagram, maupun apa yang diisi di laman, itu yaitu strategi. Misalnya-hal hal yang demikian yang kadang-kadang masih susah dipahami perbedaannya oleh mayoritas orang.

Sekiranya strategi yaitu apa yang di-post di Facebook, taktik yaitu mengapa Anda membagikan konten hal yang demikian. jJuga mengapa Anda menerapkan Facebook sebagai salah satu channel. Itulah taktik. Taktik menjadi dasar dalam seluruh hal yang akan dilaksanakan, mulai dari channel sampai strategi yang dipakai.

Baca : Design Agency Jakarta

Lalu, bagaimana metode untuk membikin taktik komputerisasi marketing dan melaksanakannya dengan tepat sasaran?

Tentukan Taktik Anda
Tahap pertama Anda patut mempertimbangkan taktik yang akan dipakai. Anda patut memahami apa Unique Selling Proposition (USP) dari produk maupun bisnis yang berkeinginan Anda jual. Apakah pelayanan Anda? Ataukah kwalitas dari produk yang berkeinginan Anda kedepankan?

Sesudah mengenal apa USP dari produk Anda, tahap berikutnya yaitu menghasilkan USP hal yang demikian sebagai cerita. Cerita yang dapat Anda pakai dalam seluruh strategi. Cerita hal yang demikian juga yang akan meninggalkan kesan pertama kepada audiens.

Umpamanya saja produk Geico. Saat kita berkunjung ke laman-nya, cerita yang dapat diambil yaitu fun dan dependable. Tampak dari tagline-nya, yakni More than just car insurance. Geico malah menerapkan maskot yang menggemaskan untuk menunjukan kesan fun. Kedua hal hal yang demikian malah diterapkan dengan bagus lewat channel Youtube untuk memperkuat kesan fun dan dependable. Sesudah mempertimbangkan cerita, berikutnya yaitu memahami keperluan emosionil dari audiens. Umpamanya saja dikala seorang wanita membeli sepatu, keperluan emosionil dikala membeli sepatu yaitu orang lain juga menyukainya. Itulah fungsi emosionil dari sepatu. Lalu, bagaimana metode memenuhi keperluan emosionil hal yang demikian? Buatlah list sepatu “most favourite”.

Baca juga : Creative agency jakarta

Teladan lain, dikala tour & travel cuma memasarkan pesawat dan perjalanan. Apakah itu memenuhi keperluan emosionil konsumen? Mungkin saja tak. Sistem untuk memenuhi keperluannya yaitu tunjukan kebahagiaan dari traveling sesudah kerja keras selama sebagian pekan. Atau kebahagiaan dari traveling bersama keluarga. Sesudah mengenal keperluan emosionil, saatnya membikin value statement. Buatlah sebagian kata yang dapat meringkat seluruh hal yang sudah Anda buat di atas. Kiat dari aku, buat optimal 140 kata. Umpamanya saja Microsoft Dynamic dengan “Your transformation starts here”. Buatlah value statement yang mengedepankan konsumer, bukan perusahaan.

Petakan audiens
Tahap berikutnya sesudah mempertimbangkan taktik yaitu petakan audiens. Anda patut memahami audiens sampai tahap personal supaya taktik dapat dikerjakan dengan berhasil. Pertama-tama, Anda patut mempertimbangkan Audience persona. Seperti apa audiens Anda? Pahami mulai dari aspek demografi, semangat, sampai tujuan mereka.

Sesudah membikin audience persona, mungkin Anda akan memahami bahwa seluruh audiens Anda tidaklah sama. Ada yang bersemangat untuk membeli, maupun cuma untuk mencari kabar. Untuk itu, penting bagi Anda untuk membikin segmentasi audiens. Sesudah membikin segmentasi, penting bagi Anda untuk memahami mana audiens yang potensial? Apakah ibu-ibu usia 35-40 yang punya 1 si kecil? Ataukah ibu-ibu usia 30-35 yang masih belum punya si kecil? Aspek yang dapat dievaluasi yaitu profit, Anda dapat mengenal profit hal yang demikian dengan menilai value dari kostumer, atau umum disebut dengan Costumer lifetime value. (CLV)

Mengevaluasi tingkat profit dapat dievaluasi dengan RFM analysis. (recency, frequence, monetary) Dengan menerapkan RFM, Anda dapat mengenal segmentasi yang paling potensial, sampai produk yang paling menguntungkan. Sesudah memahami berapa CLV Anda, bagaimana metode meningkatkannya? Sistem untuk meningkatkan CLV yaitu meningkatkan loyalitas dari konsumer dan buat mereka promosi ke sahabat-sahabat. Sebab marketing terbaik yaitu word of mouth. Pun, data menunjukan bahwa satu orang yang menjalankan repetisi pembelian lebih bagus dari 5 orang kostumer baru.

Itulah mengapa Anda mungkin pernah memandang informasi lapangan dengan pertanyaan, “how likely are you to recommend?” Dalam skala 1-10, orang yang membikin informasi lapangan akan mengenal apakah Anda audiens yang setia atau tak. Dari gambar di atas, Anda dapat mengenal mana kostumer Anda yang setia. Sesudah itu, Anda dapat menghasilkan loyalitas hal yang demikian supaya ia dapat mempromosikan produk Anda. Untuk lebih terang seputar metode menghitung NPS, dapat klik tautan berikut.

Tentukan goals dan objectives.
Memaksimalkan agenda marketing yaitu salah satu metode supaya taktik yang telah dijadikan dapat berjalan dengan bagus. Salah satu caranya yaitu memahami bagaimana bisnis Anda berprofesi dan goals dari bisnis yang Anda miliki.

Sekiranya goals bisnis Anda yaitu menerima banyak kostumer baru, tugas komputerisasi marketing yaitu menggaet banyak kostumer baru dan menilai tingkat kesuksesan menurut goals. Sama halnya kalau goals-nya yaitu meningkatkan profitability, berarti Anda patut meningkatkan revenue dan memotong tarif yang dikeluarkan.

Umpamanya saja kalau goals dari bisnis Anda yaitu revenue sebesar 500 juta rupiah. Bagaimana menghasilkan hal hal yang demikian sebagai suatu marketing plan yang tangible (bisa dievaluasi)?

Sekiranya profit dari satu produk yaitu 450 ribu rupiah, untuk menempuh 500 juta Anda memerlukan 1.112 kostumer dalam setahun. Apakah hal hal yang demikian cukup untuk dibuat sebagai marketing goals? Tak. Anda patut mengenal berapa conversion rate dari orang yang mem-booking dan membayar? Umpamanya 80%, berarti Anda patut menerima 1.390 bookings dalam setahun. Sesudah itu, Anda juga patut mengenal conversion rate dari orang yang bertanya ke orang yang membeli. Umpamanya 60%, berarti Anda patut menerima 2.316 orang yang bertanya seputar produk Anda.

Terakhir, Anda patut mengenal berapa conversion rate dari orang yang berkunjung ke laman dan bertanya. Umpamanya, 10% orang yang berkunjung yaitu yang mempunyai interest untuk bertanya. Berarti, Anda butuh 23.160 visitor ke laman dalam setahun. Dari mana Anda mengenal conversion rate antar tahap? Dengan memahami analytics, terlebih Google Analytics.

Sesudah mempertimbangkan sasaran, tahap berikutnya yaitu mempertimbangkan channel yang akan dipakai. Sebelum masuk ke tahap hal yang demikian, Anda patut menyesuaikan dengan apa yang berkeinginan ditempuh. Apakah acquisition? Atau engagement? Berbeda goals tentunya akan berbeda channel. Sekiranya goals-nya yaitu acquisition, channel yang patut Anda maksimalkan yaitu Search Engine Marketing (SEM). Anda patut mempunyai laman dengan konten yang kuat supaya bisnis Anda berteman dengan SEO. Mengapa patut SEM? Sebab SEM dapat memberikan Return on Investment yang paling tinggi dibanding channel lainnya.

Terkait : Branding agency jakarta

Sekiranya goals Anda yaitu engagement, karenanya channel terbaik yaitu media sosial. Sekiranya goals-nya yaitu mengumpulkan audiens yang setia, e-mail marketing yaitu channel yang pas.

Mengevaluasi taktik yang telah dilaksanakan
Tahap terakhir sesudah melakukan yaitu menilai. Dengan menilai, Anda dapat tahu channel dan strategi mana yang tepat sasaran. Kecuali itu juga hal yang dilaksanakan setelahnya.

Ada sebagian hal yang dapat dievaluasi, yakni KPI, engagement, dan objective. KPI yaitu goals yang tak segera mempunyai imbas ke penjualan, namun seluruh mengarah ke sana. Umpamanya saja, laman visit, social sharing, sampai SEO ranking. Segala itu tak secara segera mengarah ke penjualan.

Sama halnya dengan engagement. Sesungguhnya, engagement juga dapat masuk ke KPI, namun engagement lebih ke interaksi yang timbul dalam konten. Mulai dari jumlah likes, share, sampai impressions.

Misalnya terbesar yang dapat dievaluasi yaitu objectives. Berapa peningkatan penjualan, sampai peningkatan leads. Belum tentu KPI dan engagement yang tinggi, sukses melampaui objectives yang diharapkan. Umpamanya, engagement di media sosial tinggi, namun tingginya engagement rupanya tak berimbas apa saja ke sales. Tak ada conversion rate, karenanya channel hal yang demikian tak menempuh objective yang diharapkan. Misalnya yang paling sering kali dievaluasi oleh para marketer yaitu laman visit, social sharing, time on site, sampai SEO Ranking. Keempat hal hal yang demikian tak terhubung segera dengan sales dan leads. Berbeda dengan 2 terakhir yang terkait dengan objective rupanya amat jarang ditelaah oleh para marketer.

Disinilah masalahnya, walaupun hal hal yang demikian dapat ialah hal vital untuk bisnis. Sekiranya rupanya laman visit tinggi, namun tak mempunyai konversi yang berimbas ke penjualan, bagaimana Anda dapat menilai channel hal yang demikian? Tentu penjualan Anda tak akan meningkat tanpa Anda mengenal apa yang salah.

Umpamanya saja dikala Anda memasang facebook Ads di Facebook. Sekiranya Anda memandang KPI dan engagement, yang Anda lihat yaitu jumlah likes, share, sampai impressions. Metode kalau rupanya objective Anda yaitu meningkatkan leads, karenanya Anda patut memandang lebih dalam.

Sistem pertama yaitu menilai cost per engagement. Dengan ini Anda dapat mengenal harga dari 1 engagement. Sistem menghitung CPE yaitu:

CPE: Sekiranya yang dihabiskan/sempurna engagement

Sekiranya objectives Anda dalam campaign Facebook Ads hal yang demikian yaitu audiens masuk ke landing page dan pendaftaran, karenanya CPE tidaklah cukup. Anda patut menghitung click-through-rate yang diwujudkan.

CTR= Jumlah reach/click

Hasil dari CTR yaitu presentase. Sekiranya Anda berkeinginan hal yang lebih tangible, Anda dapat menerapkan cost per click. Dengan ini Anda dapat mengenal tarif yang telah Anda habiskan untuk menerima satu orang yang pendaftaran. Objectives terlalui dan Anda dapat mengenal Return on Investment dari campaign yang telah dilaksanakan.

CPC= Sekiranya yang dikeluarkan/Click

Segala hal yang dievaluasi akan amat menolong Anda untuk menjalankan perbandingan, mana channel yang lebih tepat sasaran, mana landing page yang dapat lebih meningkatkan conversion rate dan campaign mana yang lebih tepat sasaran. Dalam dunia komputerisasi marketing, Anda tak pernah dapat lepas dari data. Anda dituntut untuk dapat menerapkan data hal yang demikian sebagai pembuatan strategi, sampai evaluasi taktik. Taktik yang telah Anda buat semenjak permulaan, tentu akan berjalan tepat sasaran kalau seluruh hal berjalan bersamaan, tak cuma marketing namun dengan goals yang dimiliki oleh perusahaan Anda. taktik menjadi suatu hal yang tangible dan melaksanakannya layak dengan objective yang ditetapkan akan membawa taktik Anda menuju keberhasilan.

 

Terkait : Website design jakarta